Saturday, 21 September 2019

Peringati HPN Ke 73 Pemkab Probolinggo Gelar Gathering dan Outbound

post-top-smn

Peringatan HPN ke 73 bersama Diskominfo Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten (Diskominfo) bersama Jurnalis Probolinggo semarakkan momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2019 melalui Gathering dan Outbound ala Diskominfo di lokasi wisata Pantai Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Kamis (21/02/2019) pagi.
Gathering dan outbound ceria bersama jurnalis tersebut diikuti oleh lima puluh awak media yang tergabung dalam Majelis Pers Nasional (MPN) dan Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F-Wamipro) beserta keluarga besar Diskominfo Kabupaten Probolinggo.
Dalam memperingati HPN yang ke 73 ini Diskominfo sengaja memilih giat olahraga, yakni senam zumba dan outbound karena semangatnya adalah untuk memajukan jenis olahraga yang saat ini sangat digandrungi oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Andjar Noermala, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo. Dalam kesempatan tersebut ia berharap kepada media dan jurnalis yang berkecimpung dalam dunia pers agar semakin dipercaya oleh masyarakat. Selain dapat memberikan berita yang bermanfaat dan aktual, diharapkan juga melalui media yang mereka kelola berfungsi sebagai corong bagi ketersediaan informasi publik dan informasi – informasi positif tentang Kabupaten Probolinggo.
“Yang kita bidik adalah semangat kebersamaan antara insan pers dengan Pemkab Probolinggo sebagai mitra kerja. Dengan terciptanya harmonisasi, diharapkan semua pihak bersikap profesional dalam tugasnya masing-masing. Selamat Hari Pers Nasional ke 73, Kabupaten Probolinggo anti Hoax,” tutur Andjar Noermala.
Dalam kesempatan yang sama, Ofie Agustin, Kasi Pengelolaan Komunikasi Publik menambahkan, di era milenial seperti saat ini sangat penting untuk menjalin kemitraan dengan jurnalis dan media serta lembaga komunikasi publik. Melalui karya tulis dan media komunikasi mereka kepada masyarakat, diharapkan peran sertanya dalam menyebarluaskan gagasan-gagasan positif secara masif dan terbuka .
“Seorang penulis berita dituntut sebagai corong pembaruan dan diskusi terbuka, tetapi kritis sebagai efek logis dari karya-karya yang dipublikasikan. Semakin berkualitas karya yang dihasilkan, semakin luas pula jangkauan keterbacaannya. Seorang penulis bisa memiliki ribuan, bahkan jutaan pembaca yang menyebar di berbagai penjuru dunia digital, oleh karena itu tanpa disadari, penulis yang berkualitas adalah elemen penting dalam sebuah perjalanan revolusi mental bangsa. Seorang penulis memberikan ruang bagi, pendidikan berbasis digital yang bisa membentuk karakter, pola pikir, tingkah laku, dan gaya hidup para pembaca digital,” tandasnya. (edy)

post-top-smn

Baca berita terkait