Sunday, 22 September 2019

Pemerintah Lamban Tangani Longsoran, Apa Nunggu Jalan Putus?

post-top-smn

Lumajang, SMN – Akibat diguyur hujan yang terus menerus jalur Lumajang – Malang Propinsi Jawa Timur, lewat jalur selatan, lebih tepatnya di kawasan piket Nol Kecamatan Pronojiwo, Lumajang terjadi longsoran, pemerintah terkesan lamban menanganinya.

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan terkikis bagian bawah jalan sehingga bahu dan badan jalan retak dan terkikis dan longsor terkesan lamban menangani persoalan tersebut.

Salah satu warga Kecamatan Candipuro, Samsul Arifin, yang berdekatan dengan lokasi longsoran tersebut kepada media mengatakan kalau ini sangat berbahaya bagi pengendara, baik roda dua (R2) dan roda empat (R4) atau lebih.

“Saat ini memang dilakukan sistem buka tutup pada satu lajur jalan, ini sangat menghambat laju kendaraan baik roda dua (R2) ataupun roda empat (R4). Masak menunggu jalan ini putus, kan nambah parah,” keluhnya.

Menurut Cak Sul panggilan akrabnya, mengungkapkan juga kalau sampai akses jalan ini putus, tidak ada lagi akses jalan menuju ke Malang dan sebaliknya.

“Selama ini belum ada akses jalan lainnya selain jalan ini. Kalau putus ya akan sepi jalannya. Ada satu jalan darurat, namun itu memutar jauh dan itu masih sangat belum layak dijadikan jalan umum,” bebernya.

Dari pantauan awak media, pengguna jalan, mulai R2 sampai truk serta bus nampak harus antrian panjang menunggu jalan yang menggunakan sistem buka tutup tersebut.

Sedangkan diutarakan oleh Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Lumajang, Zaenal Abidin kepada media ini menjelaskan jika menangani hal seperti ini, pemerintah wajib extra cepat, sebab ini fasilitas umum.

“Masak yang tanggap hanya dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang saja, mana pihak Dinas Bina Marga Propinsi, sebab ini merupakan jalan propinsi,” katanya saat ditemui di tempat kerjanya.

Diucapkan lagi oleh Zaenal, bahwa semakin diulur-ulur waktu perbaikannya, takut terusan air hujan ini tambah melebar lagi.

“Musim hujan ini semakin extrim saja, kalau dibiarkan begini akan menambah lebar longsoran tanah ini nantinya. Mohon pihak Dinas Bina Marga Propinsi mendengarkan apa yang diinginkan masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak BPBD Kabupaten Lumajang telah menghimbau bagi pengendara roda dua (R2) dan roda empat (R4), dihimbau untuk berhati-hati saat melintas jalan raya Lumajang – Pronojiwo menuju Kabupaten Malang, sebab bahu jalan sebelah kiri tergerus akibat tanah longsor, tepatnya di daerah Piket Nol, setelah jembatan Perak.

Dari pantauan awak media, panjang longsoran tersebut mencapai lebih dari 8 meter dengan kedalaman sekitar 20 meter lebih.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswanto, waktu itu kepada media menjelaskan jika longsoran ini disebabkan oleh guyuran hujan deras di kawasan Jalan Lintas Selatan Lumajang tersebut.

“Hujan yang tiada henti mulai kemarin itu yang menyebabkan terjadinya longsor diruas jalan Piket Nol, yang menghubungkan Lumajang dan Malang melalui jalur selatan,” jelasnya saat dimintai keterangan akan hal itu..

Wawan mengatakan kembali bahwa adanya intensitas hujan yang tinggi, wilayah selatan sering terjadi longsoran.

“Untuk itu kami mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Tim BPBD Kabupaten Lumajang telah memasang barier dan garis disekitar lokasi, agar pengendara R2 dan R4 dapat melihat adanya longsoran tersebut dan menghindari jalan yang longsor tersebut,” katanya lagi.

Kembali Wawan menghimbau kepada para pengguna jalan agar selalu berhati-hati dalam melintas di Jalur Lintas Selatan, terutama di Jalan Piket Nol yang menghubungkan Lumajang – Malang sebab saat ini masih memasuki musim hujan.

“Kami menghimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati dan waspada saat melewati Jalur Lintas Selatan ini. Apalagi sekarang musim hujan,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya kata Wawan telah menyampaikan laporan kejadian tanah longsor ini kepada Dinas Bina Marga selaku pengelola dan penanggung jawab agar segera melakukan tindakan perbaikaan.

“Saya sudah menghubungi Dinas Bina Marga terkait hal ini, agar segera mungkin bisa memperbaikinya,” punhkasnya

Sementara itu, pihak Dinas PU Bina Marga Propinsi Jawa Timur di Lumajang, masih tidak bisa ditemui, berhubung hari ini merupakan hari cuti bersama Imlek 2018.

Sampai saat ini, terlihat jalanan masih diberikan police line saja. Dan penjaga hanya dari sukarelawan warga sendiri, tanpa ada pendampingan dari dinas terkait. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait