Tuesday, 12 November 2019

Mentan Panen Raya Jagung di Lamongan

post-top-smn

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen raya jagung di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Rabu (06/2).

Lamongan, suaramedianasional.co.id– Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen raya jagung di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Rabu (06/2). Panen jagung di Kecamatan Modo dianggap berhasil dan menunjang keberadaan Kabupaten Lamongan sebagai salah satu sentra pertanaman jagung. “Panen jagung di Lamongan ini diharapkan menjadi salah satu contoh bagi kabupaten-kabupaten lain di Indonesia,” ungkap Amran Sulaiman.

Keberhasilan panen jagung di Lamongan juga membuat pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian akan meningkatkan bantuan bibit jagung dua kali lipat dibanding tahun 2018. Luas lahan jagung di Kecamatan Modo sendiri 1.627 hektar sedangkan yang dipanen hari itu sekitar 496 hektar.

Kedatangan Menteri Pertanian asal Sulawesi Selatan itu juga mendapati keluhan peternak ayam asal Kabupaten Blitar yang secara khusus ikut datang agar dapat menemui Amran. Mereka mengeluhkan pasokan pakan ternak. Secara spontan Amran pun memberikan kesepakatan antara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Blitar karena Lamongan menjadi sentra penghasil jagung sementara Blitar merupakan daerah pengembang ayam petelur. “Ini kesepakatan yang dijembatani Bulog, pasokan jagung dari Lamongan akan diatur agar bisa menunjang  peternakan ayam di Blitar,” ujar Amran.

Kementan juga akan memberikan bantuan 20 unit mesin pengering jagung berkekuatan 10 ton per 8 jam, 10 traktor roda empat serta 5 unit alat panen. Beberapa petani jagung juga mengalami kegalauan karena harga jagung bisa terancam bila pemerinah memutuskan impor.

Panen jagung di Kabupaten Lamongan sendiri hingga pekan ketiga Februari 2019, luasannya ditaksir 11.395  hektar  dengan titik panen diantaranya di Kecamatan Modo, Bluluk, Ngimbang, Sambeng, Sukorame, Mantup dan Solokuro. Sedangkan untuk harga, di tingkat petani jagung tongkol sekitarRp 2 ribu per kilogram, pipil basah Rp 3.500 per kilogram dan pipil kering Rp 5 ribu per kilogram.

Sentra pertanian jagung berkembang di Lamongan karena pemerintah setempat juga memadukannya dengan pengembangan sapi. Kotoran sapi dibuat pupuk organik dan hasil panen serta pohon jagung menunjang pakan sapi. Berkat langkah ini ada peningkatan hasil panen jagung dari sekitar 6 ton per hektar menjadi 10 ton per hektar.

Lamongan sendiri  pada tahun 2018 menerima 17 unit pengolah pupuk organik (UPPO) 10 unit pengering dan rice milling unit modern senilai Rp 500 juta. (abq/kau)

post-top-smn

Baca berita terkait