Sunday, 22 September 2019

Loan Agreement Pemprov-Bank Jatim, Perkuat Daya Saing Industri Primer

post-top-smn
Mendagri menyaksikan penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi Jatim dgn Bank Jatim

Mendagri menyaksikan penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi Jatim dgn Bank Jatim

Surabaya, SMN – Untuk meningkatkan daya saing produk dan menggerakkan Usaha Industri Primer, Pemprov Jatim memiliki strategi untuk menyalurkan fasilitas pembiayaan yang terintegrasi kepada perbankan guna meningkatkan taraf hidup rakyat Jatim. Hal ini diimplementasikan melalui penandatanganan Perjanjian Pemberian Pinjaman (loan agreement) antara Pemprov Jatim dengan PT. Bank Jatim, Tbk, di Kantor Pusat Bank Jatim, Jalan Basuki Rakhmad No. 98-104 Surabaya, Kamis (18/02).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo dengan Direktur Utama Bank Jatim, R. Soeroso, dan disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo. “Dengan adanya penandatanganan loan agreement ini, dana yang berasal dari APBD Jatim Tahun 2016 sebesar 400 Milyar Rupiah akan disalurkan melalui skema Linkage Program dengan BPR milik Pemprov dan BPR milik Pemkab/pemkot, serta melalui unit mikro dan Unit Usaha Syariah Bank Jatim”, ujar Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.

Menurutnya, kondisi ekonomi Jatim selama 3 tahun belakangan ini terus meningkat. Fungsi uang pemerintah atau stimulusnya selama 3 tahun ini sebesar 6,54% terhadap total PDRB, dimana 54,98% berasal dari sektor UMKM. Artinya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) punya bagian penting untuk mengisi kekurangan belanja di daerah.

Ia menambahkan, ada sekitar tujuh BUMD di Jatim yang pendapatan dan kinerjanya terus meningkat. Pertama, PT. Bank Pembangunan Daerah Jatim (Bank Jatim) sampai dengan Tahun 2015, setoran PAD sebesar 2,53 Triliun Rupiah. Bank Jatim sendiri akan memperluas ekspansi dengan membuka kantor cabang di Batam, Kupang, Manado, Makassar dan Banjarmasin untuk mendukung program Pemprov Jatim dalam bidang perdagangan antar daerah. Kedua, PT. BPR Jatim (Bank UMKM Jatim), setoran PAD sampai dengan Tahun 2015 berjumlah 56,62 Milyar Rupiah. Ketiga, PT. Panca Wira Usaha Jatim yang bergerak di bidang jasa konstruksi, properti dan Industri, dengan salah satu usahanya Jatim Expo, sampai dengan 2015, setoran PAD sebesar 35,86 Milyar Rupiah.

Keempat, Perusahaan Daerah Air Bersih yang bergerak dalam bidang penyediaan dan pelayanan air bersih, sampai dengan Tahun 2015 setoran PAD berjumlah 12,86 Milyar Rupiah. Kelima, PT. Jatim Graha Utama yang bergerak di bidang developer, properti, jasa konstruksi, kepelabuhan dan Penugasan Khusus, sampai dengan Tahun 2015 setoran PAD berjumlah 13,16 Milyar. Keenam, PT. Petrogas Jatim Utama yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi, setoran PAD hingga Tahun 2015 sebesar 18,69 Milyar Rupiah. Ketujuh, PT Jatim Nusa Usaha, saat ini terus mengembangkan Pelabuhan Probolinggo dengan total reklamasi seluas 60 Ha.

Perdagangan dalam negeri di Jatim sendiri terus meningkat. Pada Tahun 2015, perdagangan dalam negeri Jatim tercatat sebesar 99,831 Triliun Rupiah. Untuk mendukung perdagangan antar daerah, Pakde Karwo berjanji akan meningkatkan konektivitas dan sinergitas antar pulau. “Semenjak Presiden menetapkan kebijakan tentang konektivitas seperti pembangunan tol laut dan lapangan terbang, ini merupakan kesempatan yang baik bagi Jatim untuk memanfaatkan program pemerintah dalam bidang industri dan perdagangan”, ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, prinsip dasarnya, pemerintah lewat menteri UMKM memberikan pinjaman lunak melalui LPDP. “Ada 200 Milyar Rupiah yang dikreditkan khusus untuk petani, Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) jangan menjual gabah kering panen, minimal gabah kering giling karena nilai tambahnya 20%”, ujarnya.

Sementara itu, menurut Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo yang turut hadir dalam acara ini mengatakan, menurut data dari Kemendagri, Jatim merupakan provinsi yang berhasil mengelola sejumlah BUMD dengan baik. “Hal yang prinsip seperti PDAM saja sudah menguntungkan, saya kira seluruh provinsi harus belajar dari Jatim. Kedua, banyak terobosan yang dibuat seperti hari ini, yakni dengan memberikan kredit dengan bunga rendah kepada koperasi dan kelompok masyarakat, sehingga pertumbuhan harus bisa berkembang dengan baik. Kemudian, harus dikembangkan konektivitas dan sinergitas antara kota/kab dan provinsi, sehingga keuntungan yang didapat oleh Jatim ini bisa dibagi dengan daerah lain”, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirut Bank Jatim, R. Soeroso, mengatakan bahwa penandatanganan Loan Agreement 400 Milyar Rupiah ini disalurkan kepada 7 BPR konvensional dan 3 BPR syariah. Menurutnya, per Januari 2016 ini, total kredit yang disalurkan oleh Bank Jatim adalah sebesar 27,74 Triliun atau naik sebesar 8,11 %. “Pemberian pinjaman atau plafon kredit kepada Usaha Industri Primer maksimal sebesar 20 juta Rupiah dengan suku bunga 9% pa efektif dalam jangka waktu 2 tahun”, ujarnya.

Dalam acara ini, dilaksakanan pula penyerahan simbolis Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Kredit Pertanian oleh Dirut Utama Bank UMKM Jatim kepada debitur, Penyerahan simbolis SPPK Kredit linkage program dengan BPR sumber dana Pemprov Jatim oleh Dirut Bank Jatim kepada Dirut BPR milik Pemprov, Kabupaten dan Kota di Jatim, Penyerahan simbolis MoU Bank Jatim dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Penandatanganan MoU Bank Jatim dengan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim, dan Penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan Senior Business Officer oleh Gubernur Jatim. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait