Friday, 20 September 2019

Lala Milala Masih Dalam Pencarian

post-top-smn

Pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai termasuk mengarungi jeram-jeram Lau Biang.

Tragedi jatuh dan hilangnya korban Lala Milala (17 thn) warga Desa Biak Nampe, akibat kecelakaan tunggal di jembatan Lau Biang, Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, pada Minggu lalu sekira pukul 13.30 WIB, tetap jadi perhatian warga. Pasalnya, sampai Selasa (26/2) pelajar yang diduga jatuh di sungai tersebut, belum dapat ditemukan.
Sampai hari ini pencarian tetap di lakukan oleh pihak Basarnas yang dibantu oleh warga setempat. Keluarga korban pun tampak sedih dan berusaha membantu mencari, namun hasilnya masih nihil.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, M. Agus Wibisono, mengatakan,  metode pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai termasuk mengarungi jeram-jeram Lau Biang. Selain itu menurunkan pula tim penyelamat untuk memantau titik-titik yabv memungkinkan korban tersangkut. “Walaupun kita sudab rafting atau mengarungi sungai, namun kondisinya banyak penyempitan yang menyulitlan dilewati perahu, makanya kita kerahkan pula tim penyelamat memantau kemungkinan korban tersangkut,” ungkap Agus.
Tim Basarnas langsung terjun menuju lokasi kejadian usai adanya laporan. Kondisi alam sungai turut menjadi kendala seperti tebing yang tinggi, adus sungai deras dan kemungkinan turunnya hujan. “Maka, kami hanya bisa lakukan pencarian pagi sampai sore saja, keesokan harinya baru bisa dilanjutkan lagi,” kata Agus.
Kecelakaan yang menimpa Lala Milala membuat orangtuanya sangat sedih. Mereka menangis sambil menunggu hasil pencarian di sudut jembatan Sungai Lau Biang di dampingi keluarga dan warga. Lala merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Dasar Milala-Sri Ulina br Purba.  Sri Ulina pun terus menangis dan terus memanggil-manggil anaknya, apalagi saat melihat banyak kawan sekolah anaknya yang datang ke lokasi.
Janita, salah satu keluarga korban mengatakan, Lala Milala merupakan anak yang bai “Dia juga sudah belajar mandiri dengan berani kost di Berastagi saat menempuh sekolahnya di SMK,” kata Janita.
Menurut cerita Janita, Sabtu lalu adalah jadwal Lala pulang ke Kabanjahe dan meminta jatah uang saku. Hari Minggu Lala bermaksud kembali ke tempat kost. Namun entah mengapa hari itu dia seperti memaksa ayah ibunya untuk diperbolehkan naik motor. “Walau dilarang tapi anaknya ngotot, jadi akhirnya diizinkan. Dia bahkan sangat gembira sampai cium tangan berulangkali, karena diizinkan bawa sepeda motor ke kost-nya,” tutur Janita.
Namun di tengah jalan, tepatnya saat di SPBU Kacaribu, Lala menelpon karena STNK tertinggal. Dalam perjalanan kembali ke rumah mengambil STNK inilah, diduga dia mengalami naas dan jatuh ke Sungai Lau Biang. “Kami harapkan dia dapat ditemukan  segera dan dalam keadaan selamat,” ungkap Janita.
Berbagai jalan ditempuh dalam menemukan korban, termasuk memanggil paranormal yang dipercaya memiliki kepandaian menyelesaikan permasalahan ini. (ius)
post-top-smn

Baca berita terkait