Monday, 9 December 2019

Komisi D DPRD Ponorogo Soroti Dinas Pendidikan Terkait Molornya PPDB

post-top-smn
Wakil ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Ubahil Islam saat memimpin hearing

Wakil ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Ubahil Islam saat memimpin hearing

Ponorogo, SMN – Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang integritas dan intelektual seseorang. Oleh karena itu selalu menjadi prioritas di khalayak umum dan Perwakilan rakyat. Pasalnya, Kinerja Dinas Pendidikan (Dindik) kembali menjadi sorotan wakil rakyat. Kali ini terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP dan SD. Aturan main PPDB belum siap hingga kini. Padahal, pelaksanaan PPDB dijadwalkan awal Juli mendatang. ‘’Masyarakat saat ini kan sedang membutuhkan informasi tentang PPDB. Tetapi malah drafnya saja belum jadi. Bagaimana ini,’’ kata wakil ketua Komisi D DPRD Ponorogo Ubahil Islam setelah hearing dengan dinas pendidikan Dindik,yang bertempat di aula DPRD Ponorogo, pada hari Jumat (6/6) beberapa waktu yang lalu.

Menurut Ubahil Islam, kinerja dinas pendidikan (Dindik) sudah kebangetan. Apalagi PPDB nyaris tinggal sebulan. Namun, dasar aturan yang digunakan belum siap. Dindik seharusnya membuat draft PPDB dengan mengacu Permendikbud 17/2017. sesuai dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Namun, aturan itu belum ada hingga kini. ‘’Bagaimana bisa menjelaskan kepada masyarakat kalau materinya saja masih belum siap,’’ tandasnya.

Padahal, informasi PPDB paling dicari saat ini. Tak pelak, masyarakat kebingungan. Begitu juga dengan pihaknya. Banyak pertanyaan dari pihaknya yang tidak terjawab dalam hearing, kemarin. Mulai pembagian sistem zonasi, pilihan jalur masuk, hingga kuota setiap jalurnya.

Harapannya, pembahasaan sudah lebih mengerucut terkait poin dalam draf PPDB yang disodorkan Dindik saat hearing tersebut. Nyatanya, draft malah belum siap. ‘’Draft ini juga sebagai acuan langkah yang harus kami ambil. Bagian mana yang perlu pengawasan lebih dan apa yang harus disempurnakan lagi,’’ kesalnya sembari menyebut pembahasan kemarin seakan muspro dan seakan-akan tidak ada gunanya.

Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo Tutut Erliena menyebut bakal segera mengejar kekurangan-kekurangan terkait penyusunan draft PPDB tersebut. Dia menargetkan selesai sebelum pengumuman hasil ujian nasional (UN) tingkat SD, Sabtu (10/6) mendatang.

Molornya penyusunan lantaran menunggu petunjuk pelaksanaan ( Juklak) dan petunjuk tekhnis (Juknis) PPDB. Itu penting agar draf dapat langsung diterapkan. Namun, pihaknya bakal tetap menyusun draf dengan berpegangan pada permen 17/2017. Terkait pembagian zona, masing-masing daerah diperbolehkan membuat regulasi turunan. ‘’Pastinya segera. Ini juga sedang kami kebut. Insyaallah, waktunya cukup,’’ pungkasnya, sembari menyebut PPDB SMP direncanakan 4-6 Juli 2017 mendatang. (Wied/DPRD/ADV)

post-top-smn

Baca berita terkait