Thursday, 17 October 2019

Kolaborasi RSUD Dr. Soetomo dan FK UNAIR Tingkatkan Layanan Kesehatan

post-top-smn
Gubernur Jatim dampingi Menristek dan Dikti pada acara penyerahan sertifikat dosen dan sk jabatan guru besar di RSUD Dr Soetomo

Gubernur Jatim dampingi Menristek dan Dikti pada acara penyerahan sertifikat dosen dan sk jabatan guru besar di RSUD Dr Soetomo

Surabaya, SMN – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo optimis kolaborasi antara RSUD Dr. Soetomo dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) akan meningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat. Optimisme itu seiring dengan diberikannya Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) kepada 216 dokter di RSUD. Dr. Soetomo dari Menristekdikti, Muhammad Nasir.

“Bapak Menristek Dikti telah mengambil keputusan penting untuk riset yang dikembangkan RSUD Dr. Soetomo dan FK Unair, yakni dengan pemberian NIDK serta penyerahan sertifikat dosen dan SK Guru Besar. Kami optimis kerjasama keduanya akan lebih solid dalam menghasilkan lulusan dengan kompetensi mumpuni, juga layanan kesehatan di rumah sakit akan semakin meningkat” Ujar Gubernur Jatim saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Sertifikat Dosen dan SK Jabatan Guru Besar Oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) RI dan Penyerahan Dana Riset dan Penghargaan Publikasi Hasil Riset oleh Gubernur Jatim kepada Dosen Pendidikan Klinis (Dosiknis) RSUD Dr. Soetomo di lantai 7 Gedung Pusat Diagnostik Terpadu RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Senin (27/3).

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim mengatakan, pihaknya menyambut baik pemberian NIDK ini karena menyatukan dua lembaga kepegawaian, yakni Kemenristekdikti dan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam bidang kedokteran. NIDK ini akan mendukung riset dan layanan kesehatan para dokter yang praktek di RSUD Dr. Soetomo sekaligus menjadi dosen di FK Unair.

Menurut Pakde Karwo, RSUD Dr Soetomo tidak hanya menyediakan layanan kesehatan secara terpadu, fungsi lainnya yang sedang dan terus dikembangkan adalah sebagai wahana pendidikan dan penelitian. Untuk itu, RSUD Dr Soetomo harus memiliki tenaga dosen yang memiliki kompetensi, kesetaraan, pengakuan, dan nomor induk dosen.

“Karena itu, pemberian NIDK ini sejalan dengan fungsi tersebut. Kami menyambut baik langkah Bapak Menristekdikti yang memberikan nomor induk dosen khusus kepada 216 Dokter di RSUD Soetomo, termasuk 39 dokter didalamnya yang dinyatakan telah lulus sertifikasi dosen. Sehingga ada kontribusi positif dan saling melengkapi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat” katanya.

Meningkatkan riset di bidang kesehatan dan pendidikan, lanjut Pakde Karwo, adalah salah satu upaya penting dalam menghadapi problem kemiskinan yang teradapat di empat kabupaten di Pulau Madura. Angka kemiskinan di Madura sangat tinggi, yakni di Kabupaten Sampang sebanyak 24 persen, Bangkalan 23 persen, Sumenep 21 persen dan Pamekasan 19 persen.

Saat ini, Jawa Timur memiliki sebanyak 3.223 Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) dari total sebanyak 5700 Pondok Bersalin Desa (Polindes). Setiap desa di sediakan 1 Bidan dan 2 perawat, salah satu perawat diberi tugas khusus untuk melakukan langkah-langkah promotif dan preventif agar kesadaran masyarakat tentang kesehatan menjadi lebih baik.

Senada dengan Pakde Karwo, Menristekdikti, Muhammad Nasir menyatakan, kolaborasi yang dilakukan RSUD Dr Soetomo dan Unair merupakan langkah stategis yang bisa dicontoh oleh provinsi lain. Keduanya diharapkan dapat melakukan riset bersama agar terus lahir inovasi-inovasi di bidang kesehatan yang bermanfaat dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Secara khusus, Nasir juga memberikan apresiasi kepada Pakde Karwo karena sangat peduli dunia kesehatan dan pendidikan, khususnya dalam pendanaan riset. Kepedulian Pakde Karwo ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kepala daerah di provinsi lain agar memberikan dukungan anggaran untuk riset dan penelitian di bidang kesehatan.

“Luar bisa Pakde Karwo, bahkan saya dengar masing-masing peneliti mendapat bantuan Rp 50 juta. Ini adalah langkah maju. Demikian pula FK Unair yang mengeluarkan biaya riset untuk para dosennya. Harapan saya, dukungan terhadap riset dapat menghasilkan publikasi serta protoype dan inovasi di bidang kesehatan yang bermanfaat pada masyarakat, seperti riset stem cell” katanya.

Acara Penyerahan Sertifikat Dosen dan Surat Keputusan (SK) Jabatan Guru Besar serta Penyerahan Dana Riset dan Penghargaan Publikasi Hasil Riset pada kesempatan itu juga dihadiri oleh Rektor Unair, Moh Nasih, Direktur RSUD Dr Soetomo, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kepala Dinas Pendidikan Jatim dan sejumlah dokter.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait