Sunday, 20 October 2019

KELUARGA TERDAKWA PENGERUSAKAN HUTAN, NGELURUK KE PN

post-top-smn

Majelis hakim meninjau lokasi pengrusakan hutan.

      LUMAJANG, SMN  –  Kasus perusakan hutan lindung di kawasan Gunung Lemongan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dengan terdakwa Parmanto, yang terjadi beberapa waktu lalu, kini sudah sampai pada tahap Pemeriksaan Setempat.

      Sebelumnya sempat berkembang isu bahwa proses Pemeriksaan Setempat (PS) yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN)  Lumajang akan berakhir ricuh.

      Menurut Ketua LSM Laskar Hijau, A’ak Abdullah Al-Kudus mengatakan, kalau keluarga terdakwa Parmanto, yang melakukan pengerusakan hutan dan posko Laskar Hijau, mendatangkan puluhan orang ke lokasi pemeriksaan.

      Namun ketika Majelis Hakim datang dengan kawalan Polisi bersenjata lengkap, mereka kemudian membubarkan diri satu-persatu.

   “Saya mengapresiasi setinggi-tingginya pada Majelis Hakim yang secara serius memproses perkara yang sempat mandeg selama satu tahun ini,” kata A’ak.

      Menurut A’ak, Pemeriksaan Setempat ini sudah menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum, untuk melindungi kawasan hutan lindung di Gunung Lemongan.

      “Semoga ini menjadi momentum yang baik, untuk kelestarian hutan lindung di Gunung Lemongan ke depan,” harapnya.

      Dari pantauan awak media, kalau Majelis hakim yang dipimpin oleh Edwin Adrianto, SH meninjau langsung lokasi hutan lindung yang dirusak oleh terdakwa Parmanto pada 28 April 2017 lalu.

      “Kami lakukan ini untuk memastikan, bahwa kawasan tersebut adalah benar-benar hutan lindung yang masuk di petak 12 dan KPS petak 19,” jelas Edwin.

      Dalam melakukan pemeriksaan setempat ini, Edwin mengatakan kalau pihaknya didampingi oleh Jaksa Penuntut Umum, Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Probolinggo, dan Polres Lumajang.

      “Untuk memastikan kawasan hutan lindung yang menjadi objek perkara, kami juga mendatangkan saksi ahli, dan saksi pelapor,” tambahnya.

      Sedangkan dari pihak terdakwa, didampingi langsung oleh Kuasa Hukumnya, Mahmud, SH. Hal yang dikawatirkan, akan terjadi kericuhan, ternyata tidak terbukti. Para relawan Laskar Hijau juga terlihat secara aktif mengawal proses pemeriksaan setempat ini hingga selesai.(Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait