Thursday, 17 October 2019

Kecewa Tidak Terpilih, Oknum Calon Kades di Lamongan Tutup Akses Jalan Warga

post-top-smn

Salah satu warga yang terdampak akibat akses jalan yang di tutup oleh calon kades tidak terpilih.

Lamongan, suaramedianasional.co.id – Lantaran  karena kecewa tidak terpilih dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Lamongan  yang digelar serentak pada , Minggu (15/09) lalu. Seorang calon Kepala Desa bernama Kasinu di Desa Wudi kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan menutup akses jalan warga dan tempat ibadah.
Kasinu yang mencalonkan diri menjadi calon Kepala Desa Wudi hanya dalam penghitungan mendapatkan suara 650.  Sedangkan rivalnya kades incumbent Zainul Mukid meraih suara 752. Dengan hasil yang diperoleh, Kasinu tidak bisa menerima dengan lapang dada bahkan menutup akses jalan warga dengan cara menumpukan batu bata putih atau kumbung, 3lapis membentang jalan sehingga menutup akses warga.
“Tumpukan batu bata itu sejak senin sore (16/9/19) usai Pilkades, menutup akses masuk 1 tempat ibadah Mushola dan 8 rumah,” kata Mbok Cemani salah satu warga yang terdampak akses jalan ditutup. Jum’at (20/09)
Atas tindakan yang dilakukan Kasinu, warga terdampak penutupan akses jalan merasa kecewa dan heran kenapa sampai terjadi tindakan seperti itu. “Terus terang kami sangat menyayangkan ulah oknum warga itu, kenapa tidak komunikasi terlebih dahulu dengan kami, jangan serta merta menutup jalan yang sudah kami buat aktifitas sehari hari selama bertahun tahun,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mbok Cemani menuturkan, di akses jalan yang ditutup itu terdapat 1 mushola yang setiap hari untuk ibadah warga sekitar dan 8 rumah. “Di mana saat ini warga kalau aktifitas terpaksa harus menggunakan akses celah dua rumah warga yang notabene adalah saluran pembuangan air limbah rumah tangga,” jelasnya.
Ditempat terpisah, Camat Sambeng Irsyad saat dikonfirmasi perihal adanya tindakan warga tersebut mengatakan bahwa pihak muspika saat ini tengah bermusyawarah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak pihak terkait khususnya yang menutup dan yang terdampak.
“Karena ini harus di urai lebih jauh ke belakang, apa akses jalan masuk ini milik orang tua bersangkutan lalu di wakafkan untuk kepentingan warga, atau hanya di gunakan warga sebagai jalan yang kemudian sewaktu waktu bisa di ambil lagi oleh ahli waris,” terang Irsyad.
Lebih rinci Irsyad melanjutkan, semoga saja dengan adanya rembug Desa nantinya bisa di capai hasil kesepakatan yang tidak merugikan satu sama lain dengan kearifan lokal di capai mufakat bersama demi tercapainya situasi wilayah yang aman tentram dan kondusif. ” Semoga segera bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, biar suasana desa bisa lebih kondusif,” pungkasnya. (sul)

post-top-smn

Baca berita terkait