Friday, 20 September 2019

Hendak Lapor Pengrusakan, Malah dilaporkan Penggelapan

post-top-smn
Mujiono (kanan) didampingi Budi, karyawan toko.

Mujiono (kanan) didampingi Budi, karyawan toko.

Pasuruan, SMN – Hendak melaporkan rekan kerjanya atas pengrusakan etalase toko dan pencurian nota-nota pengambilan barang di toko miliknya, sehingga penghitungan stock barang jadi kabur. Mujiono pada akhirnya harus menelan pil pahit, karena rekan kerjanya yang berdomisili di Sidoarjo telah melaporkan Mujiono terlebih dahulu atas dasar penggelapan dan penipuan. Lebih disayangkan lagi adanya dugaan keterlibatan oknum anggota polres kota Pasuruan dalam kasus ini. Atas dasar laporan sepihak tadi, oknum anggota ini ngeyel kalau Mujiono lah yang bersalah karena diduga telah melakukan penggelapan, ujarnya. Padahal Mujiono sendiri sampai saat ini belum diklarifikasi atau mendapat panggilan untuk di dengarkan kesaksiannya.

Ditemui di tokonya baru-baru ini Mujiono mengatakan bahwa dia siap diklarifikasi atau bahkan dikonfrontir dengan mantan rekan kerjanya, sambil menunjukkan giro-giro kosong milik mantan rekan kerjanya yang sudah dilunasinya, Mujiono pun mengatakan, “Sebenarnya bukan saya tidak mau mentransfer lagi ke rekening mereka, tapi karena mereka tidak jujur lagi buat pembayaran via gironya, ada selisih 3 (tiga) juta yang sudah saya transferkan ke mereka yang tidak dibayarkan, jadi saya sudah tidak percaya sama mereka dan mentransaksikan sendiri pembayaran barang ke suplier dengan mengganti giro-giro kosong milik mereka. Toh selama ini saya yang melakukan transaksi pembayarannya, sebenarnya saya patut juga untuk melaporkan balik mereka atas dugaan penggelapan uang saya, disamping pengrusakan etalase dan pencurian nota-nota serta barang dagangan pribadi saya sendiri”, ujar Mujiono geram.

Badri dari LBH TNT menyayangkan atas sikap oknum anggota Polres Kota Pasuruan yang sudah berani berpihak sebelum melakukan klarifikasi buat mendengarkan keterangan dari Mujiono atau mengkonfrontir kedua belah pihak untuk memastikan arah permasalahan. Dikhawatirkan adanya keberpihakan dari oknum anggota polresta Pasuruan dalam konflik tersebut akan memelintir masalah sehingga menjadi rancu untuk menentukan kebenarannya. “Kita tunggu saja action oknum anggota ini mas, namanya juga sudah kita kantongi kok, nanti kalau sudah keterlaluan baru kita Dumas ke Polda”, ujar Badri menutup perbincangan. (her)

post-top-smn

Baca berita terkait