Tuesday, 12 November 2019

Gugatan di Menangkan Maxi Brillian, Pemkot Blitar Harus Hormati Hasil Sidang PTUN

post-top-smn
Handoko Pramono pegiat masyarakat di Kota Blitar.

Blitar, suaramedianasional.co.id – Karaoke Maxi Brillian Kota Blitar yang hampir satu tahun ditutup melakukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Pada sidang putusan Selasa 6/11/2019 kemarin dikabarkan gugatan dimenangkan oleh pihak Maxi Brillian, dengan demikian dalam waktu dekat Pemkot Blitar harus memperbolehkan karaoke ini buka kembali.

Pegiat masyarakat Kota Blitar, Handoko Pramono menyikapi ini meminta Pemkot Blitar menghormati putusan PTUN. Dengan segera memperbolehkan bisnis karaoke di Kota Blitar beroperasi seperti sedia kala.

Pasalnya dari putusan itu bisa diambil kesimpulan kalau yang selama ini karaoke Maxi Brillian menyediakan penari telanjang atau striptease, tidaklah benar. Melainkan hanya kesalahan oknum bukan salah usaha karaoke. Sedang pengusaha karaoke sendiri tidak memperbolehkan adanya hal seperti itu.

“Itu kesalahan oknum dan bisa terjadi di karaoke manapun di seluruh Indonesia. Misal ada oknum karaoke di suatu tempat membawa LC (pemandu lagu) dari luar lalu ditelanjangi itu bukan salah managemen. Jadi karaoke di Blitar raya yang menyediakan striptease tidak ada, justru orang yang cari karaoke plus-plus di luar kota,  terutama kota besar,” jelas Handoko.

Menurut Handoko,  yang pernah ikut sidang PTUN menjadi saksi dari elemen masyarakat, dengan ditutupnya karaoke ini merugikan perekonomian masyarakat. Khususnya di sektor pariwisata malam banyak yang mengeluhkan penghasilan merosot dengan ditutupnya karaoke di Kota Blitar.

“Selama ditutup ojek online mengeluh, warung-warung malam mengeluh, serta salon-salon yang sering dipakai para LC merias diri berkurang omzetnya,” terangnya.

Dia menegaskan kalau Kota Blitar adalah Kota Nasionalis. Seharusnya di kota ini tidak ada arogansi yang dengan serta merta menutup semua karaoke tanpa memperhatikan dampak positif yang dimiliki.

“Penutupan ini efeknya luar biasa bagi perekonomian masyarakat. Kita kembalikan lagi seperti semula dan kita jamin kalau kota Blitar ini aman. Karena malu juga dengan namanya kota proklamator ada penari streaptease-nya,” tutur pria yang akrab disapa pak dhe ini. (jon)

post-top-smn

Baca berita terkait