Saturday, 21 September 2019

Gubernur Khofifah minta PKK berjalan seiring dengan Pemprov Jatim

post-top-smn

Pelantikan dan Sertijab Ketua TP PKK Prov.Jatim Masa Bhakti TH 2019-2024 Oleh Ketua Umum TP PKK Pusat di Gedung Negara Grahadi.

Surabaya, suaramedianasional.co.id – Gubernur Jatim Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menekankan akan pentingnya sebuah verifikasi
dan validasi data dalam pencapaian pelaksanaan 10 Program Pokok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga
(PKK) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Pasalnya, kegiatan verifikasi dan validasi data tersebut
diperlukan mengingat setiap daerah mempunyai potensi dan permasalahan masing-masing.
“Kesemua Program Pokok PKK tersebut merupakan program prioritas, hanya penajamannya yang
harus disesuaikan dengan potensi dan permasalahan yang ada di daerah dan dijadikan sebagai strategis
khusus untuk menyelesaikannya,” ujar Gubernur Jatim Khofifah saat memberikan sambutan di acara
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Timur Masa Bhakti 2019 – 2024 di
Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (19/2).
Gubernur Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina TP. PKK Provinsi ini menjelaskan,
selain harus menguasai data, PKK juga harus bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan
menyesuaikan dengan program-program pemerintah yang ada. Seperti halnya tentang stunting yang terdapat
di sebelas kabupaten di Jatim. Melihat kondisi itu, Gubernur Khofifah berharap kepada Ketua TP. PKK
Kabupaten/Kota bisa lebih fokus untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Ketua TP PKK bisa memfokuskan 10 Program Pokok PKK di lini kesehatan dan dikoordinasikan
dengan dinas kesehatan daerah, dinas kesehatan provinsi, TP PKK Provinsi. Karena permasalahan stunting
merupakan permasalahan nasional,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyinggung soal tingginya jumlah tenaga kerja
wanita (TKW) di Jawa Timur. Pahlawan pengumpul devisa tersebut berasal dari Kabupaten Banyuwangi,
Kabupaten Malang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten
Trenggalek, serta Kabupaten Blitar.
Melihat kondisi tersebut, Gubernur Khofifah berharap agar persoalan tersebut bisa ditangani lebih
spesifik. Apalagi persoalan tersebut menyangkut beberapa permasalahan, seperti pengasuhan anak serta
masalah kesehatan anak akibat ditinggalkan orang tua.
“Apabila tidak ada pengasuhan dari keluarga, maka TP. PKK kabupaten harus mengusahakan
pengasuhan anak pendamping agar anak-anak tersebut mendapat jaminan hidup yang sehat,” terangnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa saat ini banyak sekali Ketua TP. PKK kabupaten/kota yang
tergolong kaum milenial. Sehingga diharapkan, mereka bisa lebih mudah merangkul kaum milenial untuk
menjalani gaya hidup yang sehat. “Mereka bisa mengajak kaum milenial untuk hidup sehat dengan cara yang
lebih bersahabat dan dengan cara yang halus sesuai dengan bahasa mereka,” ungkapnya.
Salah satu contoh intervensi untuk hidup sehat, menurut Gubernur Khofifah adalah menjaga kesehatan
reproduksi remaja (KRR). Hal tersebut diminta untuk tidak dianggap sebagai hal sepele. Karena dengan tidak
terjaganya KRR tersebut bisa menimbulkan berbagai permasalah, seperti masalah kehamilan, kelahiran anak
yang tidak diinginkan, serta persoalan HIV/AIDS .
Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan selamat menjalankan tugas
kepada Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Timur yang dijabat Ibu Arumi Emil Dardak. Dirinya juga
mengingatkan agar secepatnya bisa mentransformasikan program-program yang telah dijalankan oleh Ketua
TP. PKK. Provinsi Jatim masa bhakti 2014 -2019 yang dijabat Ibu Dra. Hj. Nina Soekarwo yang dalam
menjalankan tugasnya telah diakui mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat nasional.

Sementara itu Ketua Umum TP. PKK. dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dalam sambutannya
menyampaikan bahwa PKK merupakan mitra kerja pemerintah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat
yang sehat dan sejahtera.
“Diperlukan pemetaan permasalahan yang ada di daerah, sehingga akan memudahkan penekanan skala
prioritas pelaksanaan 10 program pokok PKK di setiap daerah. Selain itu juga harus ada sinergitas dengan
OPD di daerah sebagai mitra kerja,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, istri Mendagri Tjahjo Kumolo itu mengapresiasi dan memberikan ucapan terima
kasih kepada Ibu Dra. Hj. Nina Soekarwo yang telah menorehkan beberapa penghargaan di tingkat nasional.

Arumi Emil Dardak dilantik sebagai Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Timur masa bhakti 2019 – 2024
oleh Ketua Umum TP. PKK dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dengan Keputusan Ketua Umum Umum TP.
PKK No. 04/KEP/PKK.Pst/II/2019 tanggal 18 Pebruari 2019.
Langkah awal yang dilakukan, istri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak ini menyampaikan akan
segera melaksanakan 10 Program Pokok PKK sesuai Nawa Bhakti Satya yang menjadi arah, visi dan misi
pembangunan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianti Dardak.
Menyinggung soal susunan kepengurusan TP. PKK Provinsi Jawa Timur masa bhakti 2019 – 2024,
Arumi menyampaikan, kalau dirinya tidak akan merubah terlalu banyak pengurus yang ada. “Susunan
kepengurusan TP. PKK. Provinsi Jawa Timur saat ini perlu dipertahankan, karena telah memperlihatkan
soliditas dan prestasi sampai tingkat nasional,” ungkapnya. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait