Tuesday, 12 November 2019

Gubernur Jatim: Pramuka Jadi Garda Terdepan Membangun Karakter Bangsa

post-top-smn

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara pembukaan Jambore Pandu Sekolah Model dalam Penguatan Pendidikan Karakter dan Ekspresi Kebudayaan Provinsi Jatim Tahun 2019 di Aula Bung Karno

Surabaya, suaramedianasional.co.id – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengharapkan agar gerakan Pramuka di sekolah-sekolah mampu menjadi garda terdepan dalam membangun karakter bangsa. Harapannya, dengan terbentuknya karakter bangsa yang kuat maka dapat mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh, berkualitas dan berbudi pekerti luhur.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri acara pembukaan Jambore Pandu Sekolah Model dalam Penguatan Pendidikan Karakter dan Ekspresi Kebudayaan Provinsi Jatim Tahun 2019 di Aula Bung Karno, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim, Jalan Ketintang Wiyata No.15 Surabaya, Rabu (20/3).

Menurutnya, selain diajarkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, serta persatuan dan kesatuan, dalam kegiatan pramuka ini anak-anak juga ditanamkan semangat kepanduan, kerelawanan, serta kemandirian. Untuk itu, ia berharap kegiatan ekstra kulikuler lain di setiap sekolah mulai jenjang SD atau MI sampai dengan SMA/SMK atau MA, dapat ikut memberikan penguatan nilai-nilai kebangsaan tersebut.

“Saya minta sekolah-sekolah memperhatikan hal ini, namun pintu masuk paling sederhana dalam membangun semangat kebangsaan adalah melalu gerakan pramuka,” katanya.

Sebagai upaya mengembangkan kegiatan pramuka di Jatim, Khofifah berencana membangun bumi perkemahan di daerah Cerme, Kab. Gresik. Bumi perkemahan ini nantinya dapat digunakan sebagai lokasi outbond, jambore maupun kegiatan-kegiatan lain yang dapat menumbuhkan semangat nasionalisme.

InsyaAllah dalam 99 hari program kerja, saya sudah koordinasikan dan komunikasikan terkait hal ini dengan pembina pramuka baik di provinsi dan kab/kota. Sehingga ke depan saya harap pembangunan nasionalisme dan karakter bisa kita introduksi lebih dalam dan lebih substantif,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengapresiasi kegiatan Jambore Pandu Sekolah Model. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat terutama dalam pembangunan karakter dan jiwa nasionalisme anak-anak generasi penerus bangsa.

“Kita punya kewajiban untuk menjaga keutuhan NKRI. Nilai-nilai tersebut harus dibangun mulai anak-anak. Semoga ini menjadi bagian penguatan kualitas pendidikan dan SDM di Jatim,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, kegiatan jambore ini menjadi bagian dari program penguatan pendidikan katakter untuk menyongsong generasi Indonesia Emas 2045. Salah satunya melalui kegiatan pramuka dengan yang memberikan nilai muatan religius, integritas, mandiri, gotong royong dan nasionalis.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pebangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, generasi Z atau generasi millennial punya peran penting terhadap bangsa ini, yakni sebagai penerus bangsa. Baik buruknya masa depan bangsa Indonesia tergantung mereka. Untuk itu, generasi millennial harus memiliki jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.

“Indonesia adalah negara yang sangat beragam, punya 17 ribu pulau, 714 suku dan 1.100 bahasa. Perbedaan ini merupakan keragaman yang harus kita syukuri, jangan sampai perbedaan ini memecah belah persatuan dan kesatuan kita,” katanya.

Menurutnya, salah satu hal yang patut diwaspadai adalah meluasnya informasi yang tidak benar atau hoaks. Apalagi sebagian besar masyarakat telah memiliki gawai atau gadget. Bahayanya, bila terus dibiarkan, hoaks tersebut dapat memecah belah bangsa dan dapat merusak keutuhan NKRI.

 

“Apa yang sudah dimerdekakan dan dibangun oleh para pejuang harus kita jaga bersama. Jangan pernah kita membeda-bedakan orang lain hanya karena perbedaan suku dan agama. Indonesia sudah diikat dengan Pancasila. Jangan sampai terkotak-kotak,” katanya.

Di akhir, Puan menyambut baik kegiatan jambore ini sebagai upaya dalam membentuk karakter bangsa dan meningkatkan jiwa nasionalisme.  “Program ini pun termasuk revolusi mental, yakni perubahan dari yang belum baik menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan Jambore Pandu Sekolah Model ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 38 sekolah model binaan LPMP Jatim. Sekolah-sekolah ini berasal dari kab/kota se-Jatim mulai tingkat SD sampai SMA/SMK, dengan rincian, 199 siswa, 38 pengawas sekolah, 38 kepala sekolah dan 1.500 guru.  (*)

post-top-smn

Baca berita terkait