Sunday, 20 October 2019

FPI Mojokerto Jenguk Tempat Karaoke

post-top-smn

fpi

Mojokerto, SMN – Anggota FPI Mojokerto mengunjungi tiga tempat karaoke di wilayah kota dan kabupaten, Senin (23/2/2015). Mereka mengeluhkan maraknya tempat karaoke yang menjual minuman keras (miras) dan menyediakan wanita penghibur.

“Kita hanya monitoring bagaimana keberadaan kafe-kafe itu di Mojokerto apakah melanggar atau tidak. Bentuk pelanggaran yang tidak kita harapkan adalah menyediakan wanita saji (purel) dan minuman keras (miras),” kata Abdul Manan, Ketua FPI Mojokerto kepada wartawan usai mengunjungi kafe X2 di Jalan Pahlawan Kota Mojokerto.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Laskar Pembela Islam (LPI) Mojokerto Zulfikar mangatakan, pada kesempatan ini pihaknya memonitor 3 tempat karaoke. Selain X2, dua tempat karaoke lainnya adalah kafe d’resort dan Puri Indah (PI) di By Pass Mojokerto.

Saat mengunjungi d’resort, organisasi sayap FPI ini menemukan adanya wanita penghibur yang masuk ke tempat karaoke tersebut. Hal yang sama ditemukan di X2 karaoke. Di lokasi ini mereka juga mengeluhkan banyaknya purel yang menjajakan jasanya.

“Untuk di PI sudah menunjukkan izin penjualan miras golongan A. Namun, akan kita pastikan ke dinas perizinan apakah benar perizinan tersebut ataukah hanya rekayasa,” ucapnya.

Sebagai ormas Islam, lanjut Zulfikar, pihaknya mengakui tidak memiliki kewenangan untuk menegakkan undang-undang maupun perda. Pihaknya hanya melakukan kontrol sosial terhadap maraknya penyakit masyarakat.

“Langkah kita ke depan tetap prosedural dengan mendesak pihak terkait, seperti dinas perizinan dan kepolisian untuk menindak tegas. Apabila tidak ada tindak lanjut, kita akan menggelar demo, kalau tidak dihiraukan nanti pasti ada pasal-pasal gregeten (pasal kesal),” ancamnya.

Tak seperti aksi-aksi sebelumnya, FPI hanya mengerahkan 5 anggotanya. Namun demikian, aksi ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan anggota kepolisian. Kunjungan FPI ini berjalan kondusif meski terlihat sejumlah pengunjung karaoke bergegas meninggalkan lokasi untuk menghindari potensi aksi anarkis dari FPI.

“Kita mengantisipasi agar jangan sampai ada aksi anarkis yang dilakukan masyarakat. Kalau anarkis akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku, kita tak pandang bulu,” kata Waka Polres Mojokerto Kota, Kompol Husein di lokasi.

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini menegaskan, ormas dilarang keras melakukan sweeping. “Ormas tidak boleh melakukan sweeping hanya boleh melakukan kontrol,” tegasnya. (det/ji)

post-top-smn

Baca berita terkait