Sunday, 20 October 2019

DALAM ERA DIGITAL, PELAYANAN BPRD MASIH HARUS MENUNGGU BERJAM JAM

post-top-smn

loket bprd.

Lumajang, SMN –  Dalam era yang serba modern, untuk membayar pajak saja harus  menunggu hampir 3 jam lebih. Apa yang terjadi dengan pelayanan di kantor ini, padahal banyak loketnya, hampir 8, tapi anehnya, kami benar-benar menunggu selama 3 jam.

Sejumlah awak media yang tergabung dalam Komunitas Pers Independen (KOMPI) Lumajang, merasakan kekecewaannya atas pelayanan dari kantor pelayanan pajak daerah ini.

“Kami dibuat kecewa. Masak untuk membayar pajak saja, kami harus menunggu selama hampir 3 jam, bekerja model gimana ini, kami tinggal tidak boleh, ditunggu lama sekali, kan bingung kami ini,” keluh Bekti.

Bekti bersama dengan rekannya tidak mengetahui, apa yang membuat petugas kantor BPRD itu lamban dalam mengerjakan berkas milik KOMPI, berkali kali ditanyakan, jawabannya sebentar sebentar terus, padahal masih banyak tugas lain yang menunggu.

“Katanya memang mengisi data itu lama, padahal kalau dihitung, itu ada 8 loket loh. Kami mengira bayar pajak reklame itu cepat, ngga tahunya hampir berjam-jam, terus apa gunanya pegawai yang begitu banyak, mereka cuma riwa riwi sambil makan gorengan,” ujarnya.

Selain Bekti, hal yang sama dirasakan oleh Suatman, kalau pelayanan kantor BPRD memang lambat. Padahal, tidak ada lagi orang yang mengantri, kenapa kata cak man masih lamban juga.

“Saya jelas-jelas dibuat jengkel dengan pelayanan kantor tersebut, karena sudah berjam-jam urusan kami belum beres. Padahal cuma membayar pajak reklame berjumlah 14 titik reklame, bagaimana kalau kami bayar untuk seribu titik reklame? Bisa setahun mengurusnya,” ujar Suratman setengah jengkel.

Kalau terlalu sore, menurut Bekti untuk kembali ke kantor DPM-PTSP Kabupaten Lumajang tidak akan nutut, bisa-bisa kantor tersebut tutup.

“Bagaimana jika kantor DPM-PTSP tutup? Bisa masang banner nya besuk pagi, dan ini sangat tidak sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Kantor BPRD Kabupaten Lumajang, Susiyono tidak berada ditempat, sebab ada rapat anggaran bersama dengan DPRD Kabupaten Lumajang di Malang dan Surabaya.(Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait