Tuesday, 12 November 2019

Catut Nama Polda Jatim dan Polres Kediri, Direktur CV Berlian Sejahtera Tipu 90 Juta

post-top-smn

Syaifudin Direktur CV Berlian Sejahtera yang dilaporkan

Jombang, SMN Suyanto beserta Ahmad Zaenal yang didamping Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Penegak Demokrasi, Jatmiko Dwi Utomo melaporkan ke Polres Jombang, kemarin (20/2).

Warga Desa Barong Sawahan, Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, Jombang mengadukan Syaifudin selaku Direktur CV Berlian Sejahtera yang berlamat Sukorejo Pamenang Gang 11/31 RT/RW02/05 Kecamatan Ngasem Kediriyang menipu dirinya 90 juta yang mecatut Polda Jatim Serta Polres Kediri.

Antara Suyanto, Ahmad Zaenal serta Syaifudin melakukan kerja sama usaha galian C yang berlamat di Desa Kempleng, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Dan Suyanto menunjuk Syaifudin selaku Direktur CV Berlian Sejahtera untuk melaksanakan usaha galian C tersebut, segala semua ijin galian C tesebut lengkap.

Kasus penipuan terhadap Suyanto tersebut bermula saat galian C Suyanto yang dijalankan oleh Syaifudin selaku Direktur CV Berlian Sejahtera digrebek oleh anggota Polres Kediri karena diduga tak berijin.

Pada 5 Desember 2014 lalu, sejumlah alat galian C serta daup truck disita petugas Polres Kediri. Padahal kami, CV Berlian Sejahtera mengantongi ijin usaha pertambangan Keputusan Bupati Nomor: 188.45/291/418.32/2014 tentang ijin pertambangan, karena dirinya warga Jombang. Makanya dirinya melakukan kerja sama dengan Syaifudin ditunjuk sebagai Direktur CV Berlian Sejahtera.

Surat Pernyataan

Dengan kejadian itu maka Suyanto meminta Syaifudin untuk datang ke Polres Kediri dengan membawa dokumen perizinan. Lantas Syaifudin meminta uang 90 juta dengan perincian untuk 50 Juta untuk Polres Kediri dan yang 40 juta untuk orang Polda (Pak Win), katanya biar nanti tidak diopresi lagi. Pada waktu itu saya transfer di ATM BCA Swalayan Bravo Jombang sebesar 11.900.000, ATM BCA Tuggorono 10.900.000 ATM BCA Kertosono 20.000.000, seluruhnya 42.800.000 semuanya ditransfer ke Syaifudin, sesusai permitaannya untuk diberikan ke Polda Jawa Timur agar tambang pasirnya tidak dioperasi lagi, biarpun sudah ada ijin usaha pertambangan. Lalu yang 50 juta saya berikan Syafudin di depan Polres Kediri sekitar jam 13.00. yang katanya untuk unit Tipiter Polres Kediri dan saya kasih tanda terima, terus uangnya dibawa Syaifudin masuk ke dalam Polres Kediri,” terang Suyanto.

Korban didampingi Jatmiko

Suyanto merasa ada kejangalan, maka dengan didampingi Wakil Dewan Pusat Lembaga Penegak Demokrasi, Jatmiko Utomo mengirimkan surat klarifikasi ke Polres Kediri tentang opersi galian C tersebut. Padahal galian C tersebut ada ijinnya dan surat tersebut dijawab oleh Waka Polres Kediri dengan nomor B/741/2015/siwas tanggal 12 Januari 2015, isi dalam surat tesebut ijin galian C Suyanto lengkap, bisa melanjutkan usahanya kembali dan barang-barang dikembalikan dengan utuh dan tidak ada biaya. Dan Syaifudin pun dibuatkan surat pernyatan yang isinya dalam peryataan tersebut, bahwa dalam perkara ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Merasa ditipu Syaifudin, Suyanto dan Ahmad Zaenal melaporkan kasus penipuan ini. “Maka kami melaporkan di Polres Kediri. Tetapi diarahkan ke Polres Jombang karena kejadian transfer di wilayah Jombang. Tidak bisa diproses di Kediri. Maka dari itu kemarin, Jumat, 20 Februari 2015 didampingi Jatmiko Utomo selaku Wakil Pimpinan LPD (Lembaga Penegak Demokrasi) melaporkan ke Polres Jombang.

Jatmiko menambahkan, “Saya harap Polres Jombang cepat dan serius menangani kasus penipuan ini. Jangan sampai kami diombang-ambingkan lagi oleh penegak hukum. Kami percaya dengan Polres Jombang pasti bisa menuntaskan kasus penipuan ini. Saya akan tetap kawal kasus ini demi sebuah kebenaran,” terang Jatmiko. Saat dikonfirmasi melalaui via telepon dan SMS, Syaifudin tidak ada jawaban. (met)

post-top-smn

Baca berita terkait