Sunday, 20 October 2019

Bupati Rendra Resmikan LABKESDA

post-top-smn

= MALANG - LABKESDA

Malang, SMN – Untuk menunjang kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Pemkab Malang membangun Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang ada di sisi kanan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, pada Kamis telah resmi digunakan usai diresmikan Bupati Malang, H. Rendra Kresna.

Dalam sambutannya, bupati mengucapkan selamat kepada dinkes yang telah memiliki laboratorium kesehatan daerah. “Dengan keberadaan laboratorium ini pastinya akan banyak manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat melalui tugas yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, khususnya dalam rangka memeriksa kesehatan dari beberapa makanan, minuman terhadap kemungkinan terkontaminasi dari zat-zat tertentu yang membahayakan kesehatan manusia,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga mengucapkan selamat kepada enam puskesmas yang proyek pengembangan ruang rawat jalan dampak merokok “Paru dan Jantung”nya juga telah diresmikan bupati.

“Selamat bagi puskesmas yang telah memilki penunjang sarana-sarana yang diperlukan di dalam pelaksanaan tugasnya melayani masyarakat. Untuk kemudian statusnya juga akan meningkat seperti halnya informasi dari kepala dinas kalau semua puskesmas akan melayani rawat inap bukan lagi hanya sebagai puskesmas yang hanya melakukan rawat jalan dan memberikan rujukan. Itu berarti tidak ada bedanya lagi dengan rumah sakit. Hanya saja berbeda kapasitas saja,” tambahnya.

Keenam puskesmas tersebut adalah, Puskesmas Tajinan, Puskesmas Lawang, Puskesmas Wajak, Puskesmas Gondanglegi, Puskesmas Singosari, dan Puskesmas Wonosari.

Dalam sambutannya pula, bupati menegaskan, indikator kemajuan daerah antara lain diukur dari kesehatan, pendidikan dan daya beli. Dalam bidang Pendidikan, IPM bidang pendidikan dari tahun ke tahun sudah meningkat. Di bidang kesehatan dan daya beli juga sama-sama mengalami peningkatan.

“Dari ketiga hal ini saling terkait, dan saling berkorelasi. Alhamdulilah Kabupaten Malang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan secara signifikan ketiga bidang tersebut. Ini terjadi karena kita mampu melaksanakan tugas dari ketiga bidang tersebut secara bersama-sama. Ini yang harus dijaga oleh kita semua utamanya dari bidang kesehatan karena saat ini kita bicara tentang kesehatan,” terang Bupati Rendra.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Abdurahman, M.Kes berharap dengan bertambahya fasilitas kesehatan yang ada dapat menambah semangat dan kinerja tenaga kesehatan baik di tingkat pusat maupun puskesmas yang ada di desa-desa.

Dalam laporannya, Kadinkes menjelaskan, pembangunan gedung ini menelan biaya kurang lebih Rp 995 juta. Sedangkan layanan yang dapat dilakukan di Laboratorium ini antara lain, pemeriksaan kualitas air, pemeriksaan makanan dan minuman.

“Ke depan akan kita kembangkan lagi untuk bisa memeriksa berbagai jenis bakteri. Ini penting sekali, karena sebentar lagi kita sudah menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kita perlu laboratorium yang representatif yang dapat memeriksa zat-zat yang membahayakan kehidupan kita semua. Karena baru-baru ini juga baru saja mencuat masalah apel impor yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes yang bisa menyerang sarap pusat kita dalam tingkat berat bahkan bisa menyebabkan stroke,” jelas Dr. Abdurrahman. (opt/jun)

post-top-smn

Baca berita terkait