Sunday, 20 October 2019

Bupati Keluhkan Rumitnya Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa pada Presiden

post-top-smn

PRESIDEN JOKOWI

Jakarta, SMN – Banyak Bupati dan Wali Kota yang mengeluhkan prosedur yang rumit kata Presiden RI, Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi. Hal itu lah kata dia yang membuat kinerja para kepala daerah menjadi terhambat.

Presiden di sela-sela menggelar pertemuan dengan Bupati dan Wali Kota di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2/2015), menyebutkan rencananya prosedur-prosedur yang menghambat itu akan disederhanakan.

Namun dalam kasus tertentu kata dia permasalahannya tidak semudah urusan prosedur. Untuk sektor pengadaan barang dan jasa, terkadang mekanismenya sederhana namun realisasinya sulit. Kata Jokowi salah satunya adalah karena keterbatasan barang yang dibutuhkan pemerintah.

“Sebetulnya pengadaan barang dan jasa yang bnyak lewat lelang. Barang yang masuk ke e-katalog ini belum banyak. Ada juga barangnya sudah masuk e-katalog tapi kalau mau beli enggak ada barangnya,” kata Jokowi.

Salah satunya kasus tersebut terjadi pada alat-alat kesehatan. Sudah masuk e-katalog produknya, harganya sudah tersedia, namun saat ingin dibeli ternyata diketahui persediannya tidak ada. Permasalahan seperti itu kata presiden bisa menjadi kendala dalam penyerapan anggaran. Dalam pertemuannya dengan Bupati dan Wali Kota, hal itu terus dibahas.

Presiden menduga hal itu bisa terjadi salah satunya karena turunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, sehingga mempersulit daya beli akan barang-barang dari luar negri. Apalagi alat-alat kesehatan itu sebagian besar harus diimpor dari luar negri. “Saya mau cek lapangan kenapa bisa seperti itu,” katanya. (tbn/mat)

post-top-smn

Baca berita terkait