Thursday, 17 October 2019

Banjir Bandang Madiun, Telan Dua Korban Jiwa dan Puluhan Ternak

post-top-smn

Madiun. SMN. Banjir bandang disertai tanah longsor yang menimpa tiga desa di wilayah Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, Jawa Timur Kamis 19 Pebruari 2015 petang, menelan dua korban jiwa. Selain itu, puluhan rumah warga rusak dan ratusan hewan ternak, mati. Tiga desa yang diterjang banjir bandang itu, yakni Desa Segulung, Joho dan Mendak.

Di Desa Segulung, banjir bandang ini terjadi akibat dari tingginya curah hujan yang mengakibatkan air sungai meluap karena mendapat kiriman air dari lereng Gunung Wilis.

Selain membawa dua korban jiwa manusia, yakni Mbah Dinah (80 tahun) dan putrinya, Dinem (55 tahun), warga Desa Segulung dan ratusan ternak mati, banjir bandang ini mengakibatkan tiga rumah milik warga hanyut terbawa derasnya arus. Bahkan 16 kambing milik Mbah Dinah, juga hanyut terbawa arus.

Tak hanya itu, akibat banjir bandang ini, belasan rumah di Desa Segulung mengalami rusak berat, satu jembatan putus serta tanaman milik warga seperti padi, durian, cengkeh, pete turut hanyut.

Kepala Desa Segulung, Sutoyo, mengatakan, salah satu korban yakni Mbah Dinah, jasadnya ditemukan di pinggir sungai yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumah korban. Sedangkan jasad Dinem, hingga Jumat (20/2) petang, belum ditemukan.

“Warga masyarakat dibantu personil TNI-POLRI, terus melakukan penyisiran di sepanjang sungai Segulung untuk mencari jasad bu Dinem”, terang Kepala Desa Segulung, Sutoyo, kepada wartawan, Jumat (20/2/2015) petang.

Menurutnya lagi, banjir bandang itu terjadi karena aliran sungai Segulung terbendung oleh tumpukan tanah longsor yang turun dari lereng Gunung Wilis.

“Karena tertahan tumpukan tanah longsor itulah, air sungai berkumpul jadi satu. Kemudian, tanah yang menutupi aliran tersebut jebol dengan membawa tumpukan seluruh material tanah dan kayu,” papar Sutoyo.

Ketika disinggung mengenai jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat banjir bandang ini, menurutnya mencapai ratusan juta rupiah. Karena selain infrstruktur jembatan, lahan sawah milik warga seluas 60 hektar turut rusak. “Kalau bicara soal kerugian, ya ratusan juta rupiah. Soalnya sekitar 60 hektar sawah milik warga, juga rusak,” pungkas Sutoyo.

Sementara itu Kepala Desa Joho, Khoirul Mustofa mengatakan, akibat luapan banjir bandang, dua rumah milik warganya, yakni Maskun dan Supardi yang berada di tepi sungai roboh dan hanyut terbawa arus. “Di desa Joho, selain dua rumah milik warga roboh, ada 23 kambing  yang mati dan dan satu sapi,” terang Kepala Desa Joho,Mustofa, kepada wartawan.

Sedangkan di Desa Mendak, sebanyak 34 rumah mengalami kerusakan. Bahkan puluhan Kepala Keluarga, terancam terisolir.

Atas musibah ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, langsung menerjunkan tim untuk memberikan bantuan. Terutama bahan makanan, pakaian dan selimut untuk warga yang terkena musibah. (Sy)

post-top-smn

Baca berita terkait